Saturday, 27 October 2018

Istri menggantikan peran suami, dan sang suami hanya berdiam diri saja maka suami yang semodel itu adalah termasuk dayyuts. . Siapakah Dayyuts?


Istri menggantikan peran suami, dan sang suami hanya berdiam diri saja maka suami yang semodel itu adalah termasuk dayyuts. . Siapakah Dayyuts? Bagaimanakah tipe suami yang tidak punya rasa cemburu? Suami bertipe semacam ini adalah suami yang tercela sebagaimana disebutkan dalam hadits yaitu hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Adapun maksud ad dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Yang dimaksud tidak punya rasa cemburu dari suami adalah membiarkan keluarganya bermaksiat tanpa mau mengingatkan. Bentuknya pada masa sekarang adalah: 1- Membiarkan anak perempuan atau anggota keluarga perempuan berhubungan via telepon atau SMS dengan laki-laki yang bukan mahram. Mereka saling berbincang hangat, sambil bercumbu rayu, padahal tidak halal. 2- Merelakan anggota keluarga perempuan ber-khalwat –berdua-duaan- dengan laki-laki bukan mahram. 3- Membiarkan anggota keluarga perempuan mengendarai mobil sendirian bersama laki-laki bukan mahram, misalnya sopirnya. 4- Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. 5- Mendatangkan film dan majalah penyebar kerusakan dan kemesuman ke dalam rumah. Semoga Allah menyelamatkan kita –para suami- dari sifat dayyuts. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Sunday, 14 October 2018

Harta dan Anak Tidak Berguna Lagi يَوْمَ لاَيَنفَعُ مَالٌ وَلاَبَنُونَ إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِي


Harta dan Anak Tidak Berguna Lagi يَوْمَ لاَيَنفَعُ مَالٌ وَلاَبَنُونَ إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih1 Surat Asy-Syu’ara 26 : 88-89 Segala puji bagi Allah Ta’ala, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta kepada siapa saja yang mengikuti jejak mereka sampai hari Qiyamat. Barang siapa ingin selamat dunia dan akhirat, hendaklah ia mengkaji, mengamalkan dan mendakwahkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi sesuai dengan kemampuannya. Marilah kita manfaatkan sebaik-baiknya hidup kita, sudah berapa banyak tenaga dan harta yang kita korbankan di jalan Allah. Atau justru kita terjebak dalam pengorbanan di jalan syetan. sedang kita tidak sadar, naudzubillahi min dzalik. Karena pasti akan datang suatu waktu, yang mana anak-keturunan dibangga-banggakan, harta yang ditumpuk-tumpuk, yang membuat jadi sombong ketika hidup di dunia, itu semua tidak ada manfaat dan berlaku lagi, kecuali orang-orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang salim. Nabi pernah mengingatkan bahwa yang akan mengikuti mayat ada tiga, 1. harta 2. keluarga 3. amalanya. Akan kembali yang dua, harta dan keluarga, yang kekal menemani dirinya hanya satu, yaitu amalnya saja. Maka siapa yang ingin baik di akhirat, ketika di dunianya harus beramal yang baik yang berdasarkan wahyu Allah. Al Hasan dalam isnadnya berkata bahwa tidak ada satupun hari yang dikeluarkan oleh Allah kecuali ia berkata kepada para penghuninya, hai anak adam, gunakanlah aku, karena aku khawatir tidak ada lagi setelah hari ini, malam dan siang pun berkata seperti itu. Ibnu Abiddunya lewat riwayat Malik bin Dinar, ia berkata : Nabi Isa AS. pernah berkata, sungguh, siang dan malam adalah ibarat dua almari, maka lihatlah nanti apa yang telah kalian lakukan di dalamnya. ( mau diisi dengan amal yang sholih atau maksiat, semua akan tercatat.red ) Hasan Basri berkata : Hai anak Adam, hari adalah tamu, sedang tamu itu akhirnya pergi juga dengan memberikan pujian kepadamu, atau malah mencelamu, begitu juga dengan malam-mu. Beberapa perkataan atau nasehat dari sahabat dan tabiin serta ahli fiqih dari berbagai tafsir patut kita baca dan pelajari yang akan dimuat di bawah ini. Allah Ta’ala sangat tegas mengingatkan kaum muslimin bahwa harta dan anak tidak akan bermanfaat lagi saat hari qiyamat, kecuali orang-orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang salim. Banyak pengertian tentang qolbun salim dengan uraian berikut ini : • Ibnu Katsir berkata : Harta seseorang tidak akan bisa menebus dirinya dari adzab Allah, meskipun harta tersebut berupa emas sebesar bumi, anak keturunanya juga tidak akan bisa menebus pula. Saat hari qiyamat, harta dan anak keturunan tidak akan berguna sama sekali, yang berguna saat itu hanyalah iman, ikhlas dan bebas dari kemusyrikan. Qolbun salim adalah hati yang selamat dari kotoran dan kemusyrikan. • Al-Alusi dalam Ruhul Ma’ani berkata : saat hari qiyamat, tidak ada gunanya lagi keindahan dunia dan seisinya, yang berbentuk harta dan anak keturunan, karena keduanya merupakan hiasan dan kebaikan besar, kecuali orang-orang yang terbebas dari keyakinan yang sesat, yang condong kepada syahwat dunia dengan segala kelezatannya, kemudian banyak beramal saleh, itulah tanda sehatnya hati, yang nampak pengaruhnya pada anggota badannya. • Ibnu Abbas berkata : hati yang salim adalah hati yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah • Said bin Musayyab berkata : hati yang salim adalah hati yang sehat, yaitu hatinya orang beriman, karena hati orang kafir dan munafiq adalah sakit • Abu Utsman As-Sayyari berkata : hati yang salim adalah hati yang terbebas dari bid’ah dan komit terhadap sunnah • Al Hasan berkata : hati yang salim adalah hati yang selamat dari malapetaka harta benda dan anak keturunan • Al Junaid berkata : hati yang salim adalah hati yang kritis dan jeli terhadap sesuatu • Adh Dhohak berkata : hati yang salim adalah hati yang ikhlas • Muhammad bin Sirin berkata : hati yang salim adalah hati yang mengerti bahwa Allah adalah HAQ, meyakini bahwa kiamat akan terjadi dan Allah akan membangkitkan orang-orang yang berada di kubur • Sofyan berkata : hati yang salim adalah hati yang di dalamnya tidak ada sesuatu kecuali iman kepada Allah. TADZKIROH KEPADA DIRI DAN KELUARGA : • Kita selalu mohon kepada Allah agar diberi pemahaman ajaran Islam yang murni, menurut pemahaman As-Salaf Ash Sholih, karena merekalah yang lebih faham daripada kita. Dan tentunya ini adalah lewat usaha membaca, mendengarkan atau berdiskusi dengan kawan atau sanak saudara, kini saatnya kita tinggalkan jauh-jauh pemahaman ajaran Islam menurut selera hawa nafsu kita. • Insya Allah kita tidak lupa bahwa harta yang melimpah dan beberapa anak keturunan yang kita miliki, itu adalah amanah dari Allah. Sehingga harus diatur dengan aturan-Nya, bukan dengan hawa nafsu kita. Kita sadar, itu semua tidak patut kita bangga-banggakan, karena di hari Qiyamat semua itu tidak ada gunanya. Yang berguna adalah orang yang menghadap kepada Allah SWT. dengan bekal Qolbun Salim ketika di dunianya. • Semoga diri kita, keluarga dan sanak saudara serta kaum muslimin yang konsisten kepada ajaran Islam yang murni, termasuk hamba-hamba Allah yang berhati salim, Amien. Sumber & Bahan Acuan : 1. Tafsir Ad-Durrul Mansyur Fit Tafsir Al Ma'tsur, Imam Suyuthi. 2. Tafsir Jami'ul Bayan Fi Tafsiril Qur'an, Ath Thobari. 3. Tafsir Al Jami' Liahkamil Qur'an, Al Qurthubi. 4. Tafsir Al Qur'anul Adhim, Abul Fida' Ismail Ibnu Katsir. 5. Tafsir Al Maroghi, Ahmad Musthofa Al Maroghi 6. Tafsir Al Qosimi, Muhammad Jamaluddin Al Qosimi 7. Tafsir Fathul Qodir, Al Imam Asy-Syaukani 8. Al Asas Fie Tafsir, Said Hawa 9. Taisir Aly Al Qodir Li-ikhtishor Tafsir Ibnu Katsir, Muhammad Nasib Ar-Rifai 10. Tafsir Alkamul Qur'an, Abu Bakar Muhammad bin Abdullah Alma'ruf Ibnul Aroby - Wallahu A'lam Bish Showab - Abdul Muhsin bin Abdurrohman berkata : Hiduplah sesuka hatimu. Tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan nafsumu. Katakan semaumu tentang Islam, orang-orang shalih, keta’atan dan kebaikan. Bergembiralah dan tertawalah sepuas-puasmu kepada dunia. Kelak pada akhirnya engkau juga akan meregang di tengah sakaratul maut, dan entah kapan, itu pasti menimpamu, lalu engkau mati. Saat itu Malaikat Maut tepat berada di atas kepalamu, hatimu bergetar, nyawamu meregang, mulutmu terkunci, anggota badanmu lemas, lehermu berkeringat, matamu terbelalak, pintu taubat telah tertutup, orang-orang di sekitarmu menangis, sedang kamu sendiri mengerang melawan sakit, lalu nyawamu diangkat ke langit. Pada waktu itu barulah engkau tahu pasti dan yakin bahwa selama ini kamu terpedaya. Tak berguna lagi air mata darah, yang ada siksa, derita dan merana sepanjang masa. Sebelum semua itu terjadi, sebelum semuanya terlambat, selamatkanlah dirimu ! Yakinlah bahwa dunia ini bukan akhir segalanya. Masih ada akhirat, yang justru di sanalah kehidupan yang sesungguhnya. Tempat pembalasan amal perbuatan manusia di dunia dengan seadil-adilnya. Selamatkanlahdirimu ! Bertaubatlah ! Dan ta’atlah kepada petunjuk Rob-mu ! Lihat Tafsir Ad-Durrul Mansyur, VIII/225. Jami'ul Bayan, 28/106. Al Jami' Liahkamil Qur'an, 18/127. Al Qur'anul Adhim, IV/391. Al Maroghi, 28/162. Al Asas Fie Tafsir, X/6013. Fathul Qodir V/314. Ruhul Ma'ani, 14/165. T. Al Qosimi, 9/227. Ahkamul Qur'an, IV/1852. Taisir Aly Al Qodir, IV/393. Abdul Muhsin bin Abdurrohman فستذكرون ما اقول لكم وقفات لمن اراد النجاة 3=Sebaik-baik hadiah yang diberikan seseorang kepada saudaranya seagama adalah nasehat atau wasiat yang menjadi bekal baginya di dunia dan simpanan baginya di akhirat. Suatu hari Rasulullah SAW. Memegang tangan Muadz bin Jabal dan berkata, “ Wahai Muadz, demi Allah, sesungguhnya aku sangat mencintaimu.” Muadz menjawab, “ Demi Allah ya Rasulullah, sesungguhnya aku juga sangat mencintaimu.” Lalu Rasulullah bersabda, “ Saya wasiatkan kepadamu wahai Muadz, setiap selesai shalat janganlah engkau meninggalkan ucapan / do’a : اللهم أعنى على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك Ya Allah, tolonglaaku agar selalu ingat kepadaMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah dengan baik kepadaMu. 19=Pernah suatu ketika Ali bin Abi Tholib RA. Dengan beberapa sahabat berjalan-jalan ke kuburan. Ketika sudah mendekati kuburan, ia berkata, “ Wahai ahli kubur, beritahukan kepada kami tentang kondisimu, akan kami ceritakan kepadamu tentang diri kami. Kabar dari kami, hartamu telah dibagi, anak-anak perempuanmu telah dinikahkan, rumah-rumahmu telah dihuni orang lain.” Kemudian Ali bin Abi Tholib RA. terdiam sebentar, lalu ia berpaling kepada para sahabat dan berkata, “ Seandainya mereka bisa bicara, niscaya mereka akan menjawab : وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى {البقرة : 197} Berbekallah kamu sekalian, dan sesungguhnya sebaikbaik bekal adalah taqwa. 20=Pernah Hasan Al-Basri berdiri di depan sebuah kuburan sambil melihat kuburan itu dengan seksama. Selanjutnya ia menoleh kepada salah seorang yang ada di situ dan berkata, “ Seandainya ia keluar dari kuburannya ini, menurutmu apa yang akan ia lakukan ?” Orang itu menjawab, “ Tentuia ia akan bertaubat dan berdzikir mengingat Allah.” Hasan Al-Basri berkata kepada orang itu, “ Kalau dia tidak keluar, maka kamulah yang harus melakukannya.” 39 = Ibnu Mas’ud pernah berkata kepada par asahabatnya yang mengikutinya, “ Kalau kalian mengetahui dosa-dosaku, tentulah kalian akan melempariku dengan batu.” لو لم تذنبوا لذهب الله بكم وجاء بقوم يذنبون فيستغفرون فيغفر الله لهم Jikalau kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menggantikanmu dengan suatu kaum yang berbuat dosa, hingga mereka memohon ampunan dan Allah mengampuni mereka ( H.R. Muslim ) NH di 19.22

Sunday, 7 October 2018

KARENA SESUNGGUHNYA SESUDAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN, KARENA SESUNGGUHNYA SESUDAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN. (QS, AL-INSYIRAH : 5-6)


Musibah Dalam hidup ini, kita semua pasti pernah mendapatkan dan ditimpa sebuah ujian dan masalah hidup, tak peduli apakah cobaan itu cobaan yang besar atau kecil, jika dikatakan ” sudah pernah” itu artinya kejadian tersebut sudah kita semua lalui. Namun demikian, tak sepantasnya kita beranggapan bahwa kita telah bebas dan tak akan pernah mendapatkan ujian hidup kembali. Karena bisa jadi, masalah hidup yang sudah kamu atasi mungkin menjadi gerbang masuk untuk masalah-masalah yang lain. Karena hidup ini tak luput dari ujian dan cobaan yang terus menghampiri, jika kamu mengaku tidak pernah di uji, itu artinya kamu sedang berdusta. Ya kalo memang demikian, kamu juga harus waspada karena bisa jadi cobaan kamu yang sesungguhnya adalah cobaan kesenangan yang menghanyutkan dan memperdayakan. sungguh cobaan kesenangan jauh lebih sulit dilalui ketimbang ujian kekecewaan musibah dan kesulitan. Masalah hidup yang datang silih berganti adalah warna kehidupan yang harus kita syukuri. Bagaimana tidak, bak langit tanpa pelangi, hidup tidak akan ada artinya jika kita tidak pernah merasakan kesempitan. Dengan adanya musibah dan ujian hidup, hal ini membuat hidup kita semakin berwarna karena rintangan dan halangan tentunya membuat kita semakin bersemangat menjalani kehidupan. Jika kamu merasa bahwa cobaan dan musibah sekarang sangat berat, bukan berarti kamu harus berputus asa dan berprasangka buruk kepada Allah SWT. Bisa jadi ada maksud dan hikmah tertentu yang tersembunyi dari setiap cobaan dan masalah hidup. Takdir tuhan jauh lebih indah dari apa yang sedang kamu pikirkan. Jangan selalu melihat keatas, sesekali lihatlah yang ada dibawah, masih banyak orang diluar sana mendapatkan cobaan dan musibah yang lebih berat dari pada kamu. Namun mereka kuat, tegar, semangat dan mampu bersyukur menerima semua kenyataan. Pertanyaannya bagaimana mereka bisa sekuat ini ? Salah satu rahasianya adalah mereka bisa bersabar. Mereka percaya bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini termasuk juga cobaan dan masalah. karena semuanya hanya sesaat, mereka juga percaya bahwa tuhan Tuhan itu tak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya, Allah menjanjikan hadiah bagi orang -orang bersabar dengan firmannya berbunyi. KARENA SESUNGGUHNYA SESUDAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN, KARENA SESUNGGUHNYA SESUDAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN. (QS, AL-INSYIRAH : 5-6) Baca Juga : 9 Doa Doa Setelah Sholat Terbaik yang menenangkan hati Dan masihkah kita berputus asa dan berkecil hati serta bersedih sekarang, walaupun dirasa berat dan penuh pengorbanan, namun jika kita mampu untuk sabar dengan keikhlasan, niscaya semua hadangan akan terasa sangat mudah untuk dihadapi. Semangatlah. 30 Kata Kata Sabar Menghadapi Cobaan dan Musibah Ya Rabb, tuntun hamba agar selalu berusaha lebih baik, selalu ikhlas dan sabar dalam menghadapi cobaan darimu. Hadapilah nikmat dengan syukur dan terimahlah musibah dengan rasa sabar. Hanya bisa berdoa, semoga ada hikmah dibalikini semua. Amin. Allah azza wajala tidak pernah mengecewakan, tapi kitalah yang terkadang lemah mengambil himah dari setiap cobaan. Jadikan cobaan sebuah pelajaran, jangan pernah mengeluh karena kesusahan, karena disitu kita diajarkan untuk menjadi orang yang sabar. Setiap musibah mengandung permata yang berharga, tapi hanya orang-orang yang bersabarlah yang berhak mendapatkannya. Semakin sering diri anda menghadapi musibah semakin kuat diri anda dalam menghadapi musibah yang lain, bahkan yang lebih besar. Allah menyukai orang yang sabar dan ikhlas. Maka tersenyumlah dikala sedih, tetap menerima di saat kecewa. Betapa mulia jiwa yang sabar dan ikhlas, yang meyakini akan datangnya kebahagian pemberian Tuhan. Jika cobaan hidup kamu berat, itu berarti kamu seorang yang hebat. Karena hanya orang hebat yang di beri cobaan yang berat. Ketika masalah datang, Allah tidak meminta kita untuk memikirkan jalan keluar hingga penat, Allah hanya meminta kita sabar dan shalat Kalo setiap cerita hidup kita selalu indah, hati ini tak pernah kenal dekat dengan sabar dan ikhlas. Jika kebahagiaan membuat kamu tersenyum. Maka musibah membuat kamu menangis agar bisa tersenyum dengan lebih lebar dikemudian hari. Sabar dan ikhlas, bisa menjadikan kamu seorang yang mulia dan terhormat di dunia dan di akhirat sekalipun kamu bukan apa-apa. Kemampuan merasakan nikmat sabar tergantung sejauh mana keimanan kita terhadap takdir yang Allah tetapkan. Hidup itu bukan jalan aspal yang mulus, tapi bagaikan laut yang bergelombang. Tapi ombak laut kehidupan tidak akan berpengaruh bagi kapal-kapal besar. Orang yang kuat dan sabar adalah orang yang berjaya menyembunyikan perasaan sedihnya kepada orang lain dan senantiasa mengukir senyuman dengan ikhlas. Kebahagiaan itu sering datang dalam bentuk kesedihan dan kekecewaan. Tapi dengan kesabaran, maka kita akan melihat wujud aslinya. Tidak ada penghinaan yang akan membuat kita sengsara jika kita jadikan hal itu sebagai ladang amal untuk meningkatkan kemuliaan dengan memaafkan dan sabar. Bukankah kita ingin menjadi orang hebat. Dan bukankah orang yang mampu mengatasi penderitaan adalah orang hebat. Musibah telah datang, maka ini saat paling tepat untuk menjadi orang hebat. Semangatlah. Ya Allah, jadikanlah aku hambaMu yang lebih sabar serta menyadari bahwa cobaan adalah cara membuat diriku menjadi lebih baik. AMIN! Sesungguhnya ALLAH senantiasa bersama kita hambaNYA yang selalu SABAR dan IKHLAS. Orang bodoh seringkali beralasan sabar terhadap segala sesuatu yang sebenarnya dia mengalah dengan keadaan tanpa pernah berusaha. Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini Tuhan bantu aku untuk selalu bersyukur atas semua keadaan, sabar menjalani masalah dan ikhlas menerima semua yang engkau takdirkan kepadaku. Kesabaran bukan berarti diam tak bergerak saat mendapatkan musibah. Tapi sabar adalah tingkah laku untuk menjaga kebaikan saat musibah datang. Dalam musibah itu terdapat empat seni, yaitu mencari pahala dari Allah, berkawan dengan kesabaran, berzikir dengan baik, dan menunggu kelembutan dari Allah SWT. Bersabar itu mampu bertahan dalam keadaan yang sulit, namun bukan berarti menerima kesulitan itu begitu saja, tapi bersabar untuk terus mencari solusi agar terlepas dari kesulitan. Sebuah musibah akan menjadi kenikmatan jika kita berhasil menyikapinya dengan sukur, sabar dan tawakal serta mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Bersabarlah kalian jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan selama ini. Karena di balik semua itu, pasti Allah Swt mempunyai rencana terbaik buat kebahagiaan kamu kelak. Dan berikanlah berita yang gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (QS/ Al-Baqarah:155-156)

Tuesday, 2 October 2018

Shodakoh akan di balas 700 lipatan "Barang siapa memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik maka Allah akan melipatgandakan balasan dengan lipatan yang baik".


salah satu perintah di dalam Islam. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan sesuatu, bukan berarti tanpa alasan. Banyak hikmah dan fadilah yang didapat dengan mengerjakannya. Termasuk di dalam bersedekah dan berinfak. Diriwayatkan dalam penggalan hadis dari Imam Muslim mengatakan,”maa naqasad sadaqatan min maal”. Artinya, sedekah itu tidak mengurangi harta. Dari sana, Ahmad Mudzoffar Jufri berusaha meluruskan pemahaman dan konsepsi masyarakat yang beroreintesi pada materialistis. “Dimana jika seseorang mengambil atau mengurangi hartanya untuk apapun termasuk bersedekah itu akan berkurang,” tutur Mudzoffar. Sedekah Tidak Mengurangi Harta? Menurutnya, dalam kaidah amal dan Islam khususunya berdasarkan yang terdapat di Al-Qur’an secara eksplisit pemikiran itu dibantah. Bagaimana harta itu tidak berkurang? Hal ini terjawab di Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al-Baqarah ayat 261. Artinya, “Bahwa perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah SWT. Itu seperti satu biji yang tumbuh diperumpamakan tumbuh menjadi tujuh tangkai, dan di setiap tangkainya tumbuh 100 biji”. Jika dihitung, lanjutnya, setiap melakukan kebaikan berarti kelak dilipatgandakan sebanyak 700 kali balasan. “Bahkan Allah menambahkannya lagi sesuai dengan janjinya, yang berbunyi ‘Allahu yudo’ifu liman yasya’. Artinya, Allah melipat-gandakankannya kepada yang Dia kehendaki,” ujar pria yang menamatkan S2-nya di Imam Muhammad ibn Saud Islamic University, Madinah ini. Selain itu, di lain ayat bersedekah juga disebutkan dengan istilah “al-Iqrab” yang berarti “memberikan pinjaman. Sedangkan bila diartikan ayatnya berbunyi, “Orang yang berinfak dan bersedah itu adalah orang yang memberikan pinjaman kepada Allah”. Lalu diperjelas lagi, di dalam Surat Al-Baqoroh 245,” Barangsiapa yang memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan untuknya liputannya yang sangat banyak.” “Dari sini kita ambil kesimpulan bahwa dari sini sedekah itu bukan berarti mengurangi zakat itu, akan tetapi justru menyuburkannya. Menyuburkannya dengan melipatgandakannya,” jelas Mudzoffar. Belum lagi jika kita melihat dari beberapa riwayat hadis-hadis Rasulullah SAW. Salah satunya seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, berbunyi artinya, “Tidak ada satu haripun, kecuali ada dua malaikat yang turun dan diutus oleh Allah SWT itu khusus hanya untuk berdoa. Salah seorang dari malaikat itu berdoa: ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfak siapapun dia, hari ini pengganti”. Adapun bagi manusia yang enggan bersedekah dan berinfaq dijelaskan masih di dalam hadis yang samaa, malaikat yang lainnya juga mendoakan bagi mereka. “Sementara yang lainnya berkebaikannya, ‘Ya Allah berikanlah kepada orang yang menahan diri dan tidak mau berinfak, adalah kekurangan , kepunahan dan kehilangan’.” “Ini semuanya, adalah nilai-nilai dan makna-makna yang harus diyakini oleh orang Islam, dengan beramal dan bersedekah itu sangat luar biasa. Jadi di samping pahala, ada banyak fadilah-fadilah sekali yang didapatkan dengan bersedekah,” tambah Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) Ma’had Ukhuwah Islamiyah, Surabaya ini. Namun, dia menjelaskan, bagi orang yang bersedekah dan berinfak dengan harta tidak juga nantinya dibalas dengan harta pula. Meski, ada ungkapan umum yang mengatakan, ““Al-Jaza’ min jinsi-l-amal”. Artinya: bahwa balasan itu juga dari jenis amalnya. Akan tetapi, itu tidak mutlak . Sedekah Transaksional Fenomena yang saat ini terjadi banyak orang beramal saat ini dengan berorientasi transaksional. Maksudnya di sini, terkdang ada orang yang mendikte Allah. “Sehingga ketika orang bersedekah telur akan mendapatkan ayam, orang yang bersedekah ayam kan mendapatkan kambing, dan seterusnya,” paparnya Padahal seharusnya, sambungnya, untuk mendapatkan balasan yang dijanjikan Allah dari bersedekah dan berinfak, ada beberapa poin yang harus diperhatikan. Di antaranya, dengan diniati untuk ibadah. “Yang saya ceritakan diatas itu, tidak ada suasana ibadah sama sekali. Pokoknya dia berpikiran kalau bersedekah sebesar ini, akan mendapatkan segini. Ini yang perlu diperhatikan. Meskipun di sana dia menggantungkan suatu harapan dan raja’, itu tidak masalah. Tapi di saat yang sama, serahkanlah kepada Allah,”jelas pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pembinaan Yayasan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya. Kita tidak tahu apa yang direncanakan Allah. Mungkin yang kita inginkan saat ini, sebenarnya bukanlah yang kita butuhkan. Oleh karena itu, Allah mengetahui apa yang terbaik bagi setiap hamba-hamba-Nya. Sesuai dengan yang difirmankan Allah di penggalan ayat Al-Baqarah: 216, yang artinya “Sesungguhnya Allah yang lebih tahu, sementara kalian tidak tahu”. “Jadi, kita di sini berharap, husnul dzon dan kita tawakal. Tawakal itu di sini kita menyerahkan keputusan pemberian Allah, kita yakin saja itu pasti berlipat, entah bentuknya apa dan dari mana datangnya. Jangan membatasi rahmat Allah, padahal mungkin Allah tidak selalu membalas dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, dan mengganti dengan lainnya yang lebih baik,” ungkap Mudzoffar. Selain itu, tetap diperlukan usaha dan ikhtiar yang menjadi jalan dan cara mendapatkan rezeki dan balasan dan rezeki dari Allah. Tidak benar, jika kita meninggalkan keduanya. Lebih lanjut lagi, Mudzoffar tidak memungkiri seorang bisa menjadi kaya dengan sedekah. Hal ini terbukti dari ulama-ulama terdahulu yang mana dia sering bersedekah, namun justru membuat harta kekayaannya bertambah.Hanya saja, dia menyebutkan ada tiga hal yang perlu dilakukan: Seseorang harus meyakini dengan kebenaran ayat-ayat yang menjelaskan sedekah dan infak itu sebagai bentuk keimanan. “Artinya, Allah menjajikan seperti itu dan Rasulullah juga menjajanjikan seperti itu. Dan di sini untuk mendapatkan seperti yang dijanjikan, terelbih dahulu perlu diimani dan dipercaya, tanpa ada keraguan sedikit pun, “ ucapnya Dipahami Dia harus memahami cara bersedakah dan berinfak yang benar. Seperti halnya, sholat dan perlu memahami sholat yang dimaksudkan. Begitu pula dengan ibadah sedekah, perlu sesuai dengan kaidah yang diajarkan di dalam Al-Quran dan hadis. Dipraktekan dengan benar Sesorang melaksnakan itu tidak hanya transaksional, tetapi sebagai ibadah. “Sesuai dengan rambu-rambu dan yang kedua perlu ada keyakinan, pikiran positif (khusnuzzon), dan harapan (raja’) . Tapi di saat yang sama, harus dibarengi dengan tawakal dan pasrahkan itu kepada Allah yang lebih tahu mana yang terbaik,” terang Mudzoffar. Terlepas dari itu, Mudzoffar menambahkan masih ada hal lagi yang tidak kalah pentingnya, yakni mentalitas syukur dan sabar. Kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Tidak mungkin orang itu syukur jika dia tidak sabar, sebaliknya orang yang sabar tidak mungkin tidak syukur. Dari sinilah, Allah akan memberikan balasan sebagaimana yang telah Dia janjikan. (faz)